T&J: Simak Tanya Jawab Dengan dr. Taruna Ikrar tentang Diabetes
Published 07/19/2011
- 11:22 a.m. PST
Penyakit diabetes mellitus atau yang
sering disebut dengan penyakit gula atau kencing manis, merupakan salah
satu penyakit yang saat ini banyak dijumpai. Pola hidup dan pola makan
yang tidak sehat merupakan salah satu pemicu seseorang dapat terkena
penyakit tersebut.
Berdasarkan
data badan kesehatan dunia (WHO), pada tahun 2009 jumlah pengidap
diabetes di Indonesia mencapai angka 8 juta jiwa. Jumlah ini bahkan
diprediksi akan terus meningkat menjadi lebih dari 21 juta jiwa pada
tahun 2025 mendatang.
Hal
ini pula yang membuat Indonesia menempati peringkat empat negara dengan
jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia. Berdasarkan hasil survey
terhadap pengidap diabetes di Jakarta menunjukkan bahwa 1 dari 8 orang
mengidap diabetes. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda, tinggal di
kota maupun desa, sangat rentan dan memiliki risiko terkena diabetes.
Salah
satu pertanyaan yang sering muncul terkait penyakit tersebut adalah
bagaimana cara penyembuhannya. Seperti pertanyaan Bapak Rido yang
bertempat tinggal di Jakarta kepada dr. Taruna Ikrar lewat email website
KabariNews.com.
Simak tanya jawab seputar diabetes dengan dr.Taruna Ikrar di bawah ini;
Pertanyaan dari Bapak Rido di Jakarta: Bagaimana Cara Penyembuhan Penyakit Gula.
Jawaban: Penyakit
gula, atau Diabetes ditandai oleh tiga gejala utama, yaitu: Poly Urai
(Sedikit-sedikita terasa ingin buang air kecil), Poly Dipsy (Selalu
merasa haus), dan Poly Phagy (Selalu merasa lapar dan cepat lelah), dan
gejala tambahan berupa cepat terasa lelah, kadang disertai perasaan mual
dan muntah, nyeri-nyeri disekujur tubuh. Dalam masyarakat umum mengenal
penyakit ini dengan sebutan, penyakit gula, sedangkan dalam ilmu
kedokteran disebut penyakit Diabetes Millitus. Sebenarnya Penyakit
Diabetes mellitus memiliki banyak karakter dan bervariasi dalam beberapa
jenis atau tipe. Para dokter mengklasifikasikan menjadi beberapa jenis
yaitu:
Jenis
yang pertama atau tipe 1 ditandai dengan tidak berfungsinya sel beta
dari pulau Langerhans di pankreas yang menyebabkan kekurangan insulin.
Tipe ini dapat mempengaruhi anak-anak atau orang dewasa, sering disebut
“juvenile diabetes” karena mewakili mayoritas kasus diabetes pada
anak-anak. Pengobatan utama diabetes tipe 1, adalah melalui penyuntikan
insulin yang disertai pemantauan glukosa darah. Pengobatan juga disertai
dengan pengaturan gaya hidup berupa diet dan olahraga.
Diabetes
mellitus tipe 2 disebabkan oleh resistensi insulin atau berkurangnya
sensitifitas terhadap insulin, yang disertai dengan berkurangnya sekresi
insulin jika dibandingkan dengan kadar normal. Respon ini disebabkan
oleh kerusakan jaringan tubuh terhadap insulin atau menurunnya reseptor
insulin di membran sel. Diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum,
yang ditandai dengan Resistensi terhadap insulin,
yaitu suatu kondisi di mana sel-sel tubuh gagal menggunakan insulin
dengan benar. Jenis diabetes tipe ini diobati dengan memberikan beberapa
obat antidibetik peroral, namun dalam kondisi yang berat pengobatannya
disertai dengan suntikan insulin.
Selain
kedua tipe diatas, masih dibedakan lagi berdasarkan kasus yang
mendahuluinya. Contohnya: Gestational diabetes: yang dialami oleh Ibu
hamil yang sebelumnya tidak pernah menderita diabetes, tetapi yang
mempunyai gula darah tinggi (glukosa) selama kehamilan dikatakan telah
gestational diabetes.Contoh lainnya termasuk diabetes bawaan, karena cacat genetik sekresi insulin.
Jadi,
secara sederhana, pengobatan penyakit gula, atau Diabetes millitus
dalam tahap dan level awal dilakukan dengan pemberian obat-obat kimia,
anti diabetik (seperti: Sulfunil Urea), jika belum berhasil menurunkan
gula darah, akan dilanjutkan dengan pengobatan hormonal, atau penyuntikan
Insulin, yang disertai dengan pengontrolan konsentrasi gula darah
secara ketat. Demikian pula dengan diet dan olah raga. Yang paling
penting yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai penyakit
Diabetes millitus ini menyebabkan komplikasi berupa, gangreng (luka yang
sangat sulit sembuh), Impotensi, stroke, dan penyakit jantung. Sebelum
komplikasi tersebut terjadi, sebetulnya dapat dicegah dengan cara hidup
sehat, mengatur makan, dan senantiasa mengontrol gula darah.
Dewasa
ini para ahli lagi mengembangkan stem cell untuk mengganti kerusakan
pangkreas, yang merupakan tempat dimana Insulin tubuh diproduksi.
Demikian Bapak Rido, semoga jawaban tersebut dapat memberikan gambaran
yang memadai tentang cara penyembuhan atau pengobatan penyakit Gula.
Untuk share artikel ini, Klik www.KabariNews.com/?18411
Mohon
beri nilai dan komentar di
bawah artikel ini
____________________________________________________